Cara Perhitungan PPh 21 Karyawan dengan Tunjangan Pajak

Cara Perhitungan PPh 21 Karyawan dengan Tunjangan Pajak – Cara menghitung PPh 21 karyawan atau pegawai tetap yang menerima tunjangan pajak (gross up) dari perusahaan tempatnya bekerja adalah dengan memperlakukan tunjangan pajak sebagai penghasilan pegawai dan ditambahkan pada penghasilan yang diterimanya.

Contoh Perhitungan PPh 21 secara manual untuk karyawan yang menerima tunjangan pajak adalah sebagai berikut:

Fahri bekerja pada PT Kartika Kawashima. Status-nya belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan dengan gaji bersih senilai Rp 5.500.000 sebulan.

Perusahaan tempatnya bekerja memberikan tunjangan pajak penuh kepada Fahri sejumlah Rp 35.167. Sementara, iuran pensiun yang dibayar Fahri adalah Rp 55.000 sebulan.

Jadi, Contoh Hasil Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 bulan Agustus 2016 bagi Fahri yang tidak menerima penghasilan lain dari PT. Kartika Kawashima selain gaji adalah:

Gaji Pokok          5.500.000
(i) Tunjangan Pajak               35.167
Penghasilan bruto (kotor) sebulan          5.464.833
Pengurangan
1. (iii) Biaya Jabatan: 5% x 5.464.833,00 = 276.758,00           276.758
2. Iuran/Jaminan Pensiun, 1% dari gaji pokok             55.000
3. (iv) JP (Jaminan Pensiun), 1% dari gaji pokok, jika ada             60.000
          (331.758)
(v) Penghasilan neto (bersih) sebulan          5.203.408
Penghasilan neto setahun 12 x 5.203.408,00        62.440.900
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)      54.000.000
(54.000.000)
(vii) Penghasilan Kena Pajak Setahun          8.440.000
PPh Terutang
5% x 8.440.000,00             422.000
PPh Pasal 21 Bulan September = 422.000 / 12               35.167

Jika wajib pajak tidak memiliki NPWP, maka PPh 21 perlu dikalikan 120%, sehingga PPh 21 terutangnya menjadi Rp 35.167 x 120% = Rp 42.200.

Cara Perhitungan PPh 21 Karyawan Tidak Tetap Tidak Berkesinambungan

Sebelum memulai perhitungan, mari kita pahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan pegawai tidak tetap tidak berkesinambungan.

Mengutip situs resmi DJP, pegawai tidak tetap tidak berkesinambungan adalah orang pribadi selain pegawai tetap dan pegawai tidak tetap/tenaga kerja lepas yang memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun dari Pemotong PPh 21 dan/atau PPh 26 sebagai imbalan jasa yang dilakukan berdasarkan perintah atau permintaan dari pemberi penghasilan.

Berikut ini adalah cara menghitung Pajak Penghasilan Pasal 21 pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan tidak berkesinambungan:

Ardi adalah pegawai tenaga lepas untuk desain grafis di PT. Cahaya Kurnia dengan penghasilan Rp 5.000.000.

Besarnya PPh 21 yang terutang adalah:

5% x 50% x Rp 5.000.000,00 = Rp 125.000.

Bila Aditya tidak memiliki NPWP maka besarnya PPh Pasal 21 yang terutang adalah:

120% x 5% x 50% x Rp 5.000.000,00 = Rp 150.000.

Penjelasan:

Karena Ardi bukan pegawai tetap di PT. Cahaya Kurnia, maka PKP yang dikenakan sebesar 50% dari jumlah penghasilan bruto.

Hal ini sesuai dengan peraturan PER-32/PJ/2015 Pasal 3 huruf c. Sedangkan tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50.000.000 adalah 5%.

Lebih Mudah dengan Fitur PPh 21 OnlinePajak

Meski kelihatannya mudah, menghitung PPh 21 sebenarnya cukup merepotkan.

Terlebih bagi pengusaha yang mengurus kewajiban perpajakannya sendiri atau tidak memiliki karyawan yang punya keahlian khusus mengurus perpajakan.

Kebanyakan wajib pajak menghitung PPH 21 menggunakan Microsoft Excel.

Untuk dapat menghitung PPh 21 menggunakan Excel, wajib pajak harus memasukkan serangkaian perintah atau fungsi yang memungkinkan Excel menghitung PPh 21.

Fungsi-fungsi yang dimaksud antara lain:

  • Rumus total penghasilan bruto
  • Rumus total pengurang penghasilan bruto
  • Rumus penghasilan neto sebulan dan setahun
  • Rumus PTKP
  • Rumus PPh 21 terutang dalam setahun
  • Rumus PPh 21 terutang dalam sebulan

Tidak hanya itu, penyusun PPh 21 juga harus mengatur kolom-kolom agar sesuai dengan keterangan yang akan diinput serta membuat kolom untuk seluruh karyawan. Jika Anda tidak akrab dengan Microsoft Excel, pekerjaan ini tentu sangat menyita waktu dan tenaga Anda.

Nah, untuk mempermudah kerja Anda, aplikasi OnlinePajak menyediakanuntuk menghitung PPh 21 secara otomatis dan akurat.

Lantas, apa saja keuntungan yang bakal Anda dapatkan dari aplikasi PPh 21 OnlinePajak? Di bawah ini adalah poin-poin mengenai sebagian keuntungan tersebut:

  • Mudah digunakan karena pengguna cukup memasukan data untuk mendapatkan perhitungan akurat
  • Gratis untuk selamanya
  • Perhitungan selalu disesuaikan dengan peraturan terbaru
  • Data tersimpan secara online untuk jangka waktu lama
  • Data terlindungi dengan baik karena OnlinePajak mengantongi ISO untuk keamanan data
  • Setelah menghitung PPh 21, pengguna bisa langsung membayar pajak dan melaporkannya melalui aplikasi yang sama.

Nah, demikianlah sejumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan. Segera hitung PPh 21 Anda di OnlinePajak!

kami jasaakutansifreelance.com bisa mengerjakan berbagai macam seperti :

karena kami   jasaakutanfreelance.com merupakan suatu aktivitas pengukuran, pemrosesan dan komunikasi informasi keuangan tentang entitas ekonomi termasuk, tetapi tidak terbatas pada, akuntansi keuangan,

Segera hubungi kami mengenai harga dan penawaran terbaik.

Marketing 1 : 089625466600 (WA/SMS)

*Mohon kirim pesan via wa/sms jika no hp kami sulit di hubungi, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.